Sistem Peringatan Dini Tsunami

Posted: 29 Oktober 2010 in Bencana Alam, Teknologi, Tips

Menyusul dengan terjadinya gempa bumi dan tsunami di Kep. Mentawai, pembicaraan mengenai Sistem Peringatan Dini Tsunami untuk Indonesia (INA Tews). Apakah berfungsi INA Tews yang dikontrol oleh BMKG?? Gempa di Kep. Mentawai terjadi pada pukul 21:42:20 yang berpotensi tsunami namun beberapa menit atau jam kemudian potensi itu dicabut. Dan yang terjadi sesungguhnya Tsunami melanda Kep. Mentawai dan menyapu Pulau Besar dan Pulau Kecil di daerah tersebut.

Sebenarnya apa sih INA Tews tersebut? Sesuai dengan fungsinya alat ini mendeteksi bila terjadi gempa bumi yang berpotensi menjadi tsunami.

Berikut adalah beberapa gambar INA Tews


 

 

 

 

 

 

 

Proses pengiriman informasi mengenai INA Tews sebagai berikut:

  1. Jika terdeteksi gempa bumi maka alat pertama yang dapat mendeteksi ialah Ocean Bottom Unit (OBU) alat ini terletak di bagian dasar laut. Alat ini bertugas untuk merekam getaran gempa bumi atau perubahan ketinggian air laut
  2. Setelah terdeteksi OBU mengirimkan sinyal ke penentu lokasi GPS (Buoy) yang terapung di laut
  3. GPS tersebut lalu mengirimkan sinyal kembali kepada satelit
  4. Satelit kemudian menyampaikannya kepada Pusat Satelit yang berada di Norwegia
  5. Dari Pusat Satelit yang berada di Norwegia lalu dikirimkan ke BPPT atau BMKG di Indonesia
  6. Lalu BMKG menyebarluaskan berita mengenai potensi tsunami lewat televisi, radio, sampai sms

     

Namun apa yang terjadi dengan tsunami yang melanda Mentawai?? Kemungkinan besar pendeteksi gempa dan tsunami sudah rusak sejak 3 bulan yang lalu. Akibatnya Mentawai luluh lantak. Ratusan jiwa melayang tersapu ombak tsunami yang diperkirakan ketinggiannya mencapai 10m, sementara sisanya hilang entah hidup atau sudah meninggal, kemungkinan hidup kecil. Tsunami Mentawai itu diklaim sebagai tsunami tercepat di dunia. BPPT mengakui 60% Bouy sudah rusak. Entah rusak karena benar-benar rusak, karena dicuri, atau karena hal lain. Buoy yang ada di Mentawai sudah rusak dan itulah peyebab penyampaian informasi yang salah.

 

Lalu sebaiknya apa yang dilakukan oleh masyarakat ketika gempa bumi yang berpotensi tsunami menerjang daerahnya, padahal belum ada informasi yang pasti dari BMKG?

 

  1. Jangan terpaku oleh informasi dari BMKG atau jangan mengamati air laut apakah surut atau tidak
  2. Upayakan latihan tanggap darurat dan siaga bencana dengan melakukan simulasi min. 2 bulan sekali
  3. Buatlah tempat penampungan sementara di atas bukit agar kita dapat menyelamatkan diri ke bukit tersebut dan perlengkapilah dengan kebutuhan peralatan rumah tangga. Tempat penampungan tersebut dapat berbentuk rumah permanen atau rumah sementara
  4. Buatlah jalur evakuasi agar dapat dengan mudah lari ke atas bukit
  5. Tanamlah pohon atau tumbuhan yang memproduksi makanan di atas bukit sementara tsunami menerjang
  6. Terakhir berdo’a supaya selamat dari musibah yang menerjang

Cobalah praktekan cara tersebut. Insya Allah dan semoga cara tersebut berhasil. Demikianlah tips-tips dari saya.


Komentar
  1. galoga mengatakan:

    nice info gan

  2. wildancahyo mengatakan:

    OK, thanks atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s