Selamat Hari Kartini 21 April

Posted: 21 April 2011 in Informasi
Tag:, ,

Setelah sekian lama belum sempet ngurusin blog, kali ini saya kembali hadir untuk ngurusin blog. Nah… saya dateng dalam hari yang spesial nih, tau ngga hari apa sekarang? Hari Kamis… Betul sih hari kamis tapi yang lebih tepat adalah hari….

Yang lebih tepat adalah Hari Kartini 21 April. Hari yang menurut saya sangatlah spesial. Mengapa sangat spesial ya… jelas karena Ibu Kartini. Dialah pejuang hak persamaan derajat antara wanita dan pria. Istilah kerennya  disebut Emansipasi Wanita.

Tapi ngomong-ngomong pada tau ngga sih sejarah Ibu Kartini. Oke bagi yang belum tau akan saya ceritakan, bagi yang sudah tau yaudah baca aja ceritanya🙂

Ibu Kartini terlahir dengan nama R.A. Kartini kalo kepanjangannya Raden Adjeng Kartini. Kartini dilahirkan di Jepara pada 21 April 1879. R.A. Kartini termasuk anak yang beruntung karena mendapatkan pendidikan yang cukup tinggi kala itu. Ia mendapatkan pendidikan yang cukup tinggi karena ayahnya merupakan seorang bangsawan yaitu R.M. Sosroningrat seorang bupati Jepara.

R.A. Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 orang bersaudara, saudara kandung maupun saudara tiri. Keluarga Kartini juga merupakan keturunan yang cerdas, hal ini dapat dilihat dari kakek maupun kakaknya. Kakeknya yaitu Pangeran Ario Tjondronegoro IV merupakan bupati yang menjabat ketika berusia 25 tahun. Sementara kakaknya yaitu Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.

Kartini pernah mengeyam pendidikan sampai tingkat ELS (Europese Large School) setelah itu ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi karena sudah harus dipingit. Selama di ELS Kartini dapat belajar bahasa Belanda. Karena ia dapat berbahasa Belanda ia berkirim surat kepada teman-temannya yang kebanyakan orang Belanda.

Salah satu sahabatnya teman berkirim surat ialah Rossa Abendanon. Rosa Abendanon banyak bercerita mengenai wanita di Belanda. Pada saat itu kemajuan berpikir wanita Eropa membuat Kartini kagum. Sejak saat itulah Kartini mulai tertarik memajukan wanita di Indonesia, karena wanita pribumi Indonesia pada saat itu berada di status sosial yang rendah.

Lalu oleh orangtuanya ia disuruh untuk menikah dengan bupati Rembang, yang kala itu bupati Rembang pernah memiliki 3 istri. Bupati Rembang yang dinikahi oleh Kartini bernama Raden Adipati Joyodiningrat. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Beruntung Kartini memiliki suami bupati Rembang. Ternyata suami Kartini mengerti keinginannya, dan akhirnya Kartini mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kantor Kabupaten Rembang, yang kini bernama Gedung Pramuka.

Namun sayang… niat Kartini untuk memajukan wanita Indonesia terhenti karena takdir, diusianya yang masih muda yaitu 25 tahun, Kartini meninggal dunia pada 17 September 1904.

Namun hingga kini jasamu masing dikenang sebagai pelopor gerakan Emansipasi Wanita di Indonesia. Oleh karena itu Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Karya-karya serta surat-surat Kartini lalu dikumpulkan dan dijadikan buku oleh J.H. Abendanon (Menteri Kebudayaan, Agama, Kerajinan Hindia Belanda kala itu) dan diberi judul Door Duisternis tot Litch atau yang diterjemahkan dalam B. Indonesia berarti Habis Gelap Terbitlah Terang.

Buku Kartini

Komentar
  1. Arif's BLog mengatakan:

    ,.,mampirr sob,.,ad chatbox-nya gx sob?? byar lebih gampang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s